Tuesday, June 14, 2011

One : The big TINY [English]

Siapa bilang kalau anak yang masih di bawah usia produktif tidak bisa membantu orang tua mereka, terutama dalam bidang finansial ?  Itu adalah salah satu pendapat yang salah besar. Sebab walaupun kalian masih muda tidak ada yang bisa membuat kalian untuk berhenti untuk membantu orang tua kalian. Itulah hal yang saya ingin ceritakan pada kesempatan ini. Dimana salah satu mimpi saya menjadi kenyataan. 

Pernahkah terbesit dalam pikiran kalian bahwa dengan mendapatkan Beasiswa sama saja dengan kalian telah mempunyai penghasilan ? Hal tersebut tidak pernah sedikitpun terpikir dalam pikiran saya hingga suatu saat ada bapak-bapak berbicara kepada saya [saya lupa kapan itu]. Namun setelah itu saya sadar dengan apa yang telah saya telah bisa membahagiakan keluarga saya terutama kedua orang tua saya.

Ya, dengan bantuan dari Allah SWT. akhirnya saya bisa bersekolah di SMA dengan beasiswa. Beasiswa dari Pasiad [organisasi sosial yang dimiliki oleh para pengusaha-pengusaha dari negeri Otoman alias Turki]. Sebenarnya beasiswa itu sudah saya dapatkan sejak SMP namun di sekolah yang lain [Pasiad memiliki beberapa sekolah di Indonesia]. Oh, saya lupa untuk menjelaskan dimana saya bersekolah. Saya bersekolah di SMA SBBS [sekolah kerjasama antara Pasiad dengan Pemda Sragen]. Sebelumnya saya bersekolah di SMP Semesta [sekolah kerjasama antara Pasiad dengan Yayasan Al-Firdaus]. Dan Alhamdulillah di kedua sekolah tersebut saya mendapatkan beasiswa.

Pernah saya ditanya oleh teman saya, "Kenapa kok gak lanjutin di Semesta aja SMAnya. Kan padahal sama-sama sekolah Pasiad?". Dalam hati saya sebenarnya saya sangat ingin meneruskan disana. Selain saya sudah kerasan dengan suasana disana disana saya juga sudah mempunyai teman-teman yang menyenangkan. Namun apa mau dikata, karena mungkin saya ketika di Semesta kurang rajin belajar, prestasi saya menurun. Untuk SMA Semesta masih menawarkan beasiswa namun tidak beasiswa penuh. Jujur, saya tidak ingin menyusahkan keluarga saya. Masak uang keluarga hanya digunakan untuk membiayai saya saja, padahal kakak dan adik saya juga masih sekolah. Namun Pak Haris [kepala sekolah SMP-SMA Semesta] merekomendasikan saya untuk masuk ke sekolah Pasiad yang baru saja. Walaupun tidak beasiswa penuh, namun dibandingkan dengan beasiswa sebagian yang diberikan oleh Semesta jauh lebih meringankan bagi keluarga saya. Berat hati meninggalkan teman-teman SMP saya, namun ini demi keluarga saya.

SMA SBBS, saya adalah angkatan pertama dan semua disini adalah siswa alias laki-laki. Di sini ada teman saya yang juga ikut pindah dari Semesta. Hanya dia yang bisa saya ajak berbicara. Melihat semua siswa-siswa baru yang akan menghadapi hidup ber-Asrama. Namun pada akhirnya saya bisa beradaptasi dengan sekolah baru saya. Bahkan hal-hal yang menyenangkan yang tidak pernah saya dapatkan di sekolah saya sebelumnya saya dapatkan disini. Saya mempunyai banyak pengalaman yang sangat berharga. Banyak mimpi-mimpi saya tercapai di SBBS. Sayapun akhirnya bisa lulus bersama dengan semua teman-teman satu angkatan saya.

Terimakasih kepada semuanya terutama kepada PASIAD dan Pemda Sragen yang telah membantu saya untuk meraih mimpi saya. 


"Jangan pernah berpikir bahwa ukuran tubuh menjadi halangan untuk membantu orang lain. Kau memiliki jiwa yang BESAR"
-Enormous Dreamer

Related Articles

0 comments:

Post a Comment