Saturday, December 17, 2011

Jūyon : Subete wa onajidesu [Nihongo]

Entah mengapa sekarang kebanyakan orang hanya melihat dari kulitnya saja. Itu sudah menjadi suatu hal yang tertanam dalam diri dan mengakar sangat kuat. Padahal belum tentu kulit itu menjamin apa yang berada di dalamnya sama seperti kulitnya. Durian terasa menyakitkan jika desentuh kulitnya, tapi ketika berhasil dibuka bagi pecinta durian pastinya buah tersebut akan mengeluarkan harum semerbak yang membuat nafsu makannya meningkat. Selain itu marilah berkaca kepada kecoa. Jika dilihat dari kulitnya, kulit kecoa terlihat sangat bagus mengkilap. Namun entah mengapa banyak yang tidak suka dengan kecoa.

Ketika SMA dulu saya masih absurd mengenai akan kemana saya kuliah nanti. Bahkan hal itu masih terasa ketika saya berada di kelas 12 yang mana ketika lulus nanti harus ada yang dipilih kemana saya akan melanjutkan studi saya. Namun hal itu sangat sulit saya putuskan karena memang saya memang masih belum paham bagaimana kehidupan di dunia perkuliahan saat itu. Yang saya ketahui hanya di Indonesia itu UI, UGM, ITB, UNAIR, ITS, UNIBRAW, UNDIP adalah universitas negri yang banyak diminati oleh banyak orang untuk melanjutkan studinya kesana. Hal itu sudah menjadi doktrin dalam setiap pemikiran pelajar di Indonesia.

Dari para orang tua yang sudah berpengalaman memberi anjuran kepada saya bahwa jika kuliah nanti usahakan agar pilihan itu adalah yang kalian suka dan yang kalian punya kemampuan dimana. Hal tersebut karena dunia perkuliahan akan menentukan masa depan kamu nantinya.

Oke kita telisik mana saja yang bisa menjadi target saya.
  1. Faktor Universitas : Dari pandangan awam saya mengenai universitas saya ingin berkuliah di UI, ITB, UGM dan Undip.
  2. Faktor Kesukaan :  Aku suka dengan desain, fisika, logika, dan komputer.
  3. Faktor Kemampuan : Aku bisa desain, suka dengan komputer, pandai berbicara [read: Nge-les]
Nah dari faktor faktor tersebut ketika memasuki masa pendaftaran SNMPTN dari penjabaran diatas dan beberapa hari renungan saya membuat pilihan IPC menjadi jalur masuk saya menuju ke dunia perkuliahan. Dari pilihan IPC tersebut saya dapat memiliki tiga pilihan sebagai jurusan saya nantinya.
  1. Karena saya suka dengan komputer maka saya memilih : Ilmu Komputer - UI
  2. Karena saya suka dengan desain makas saya memilih : FSRD - ITB
  3. Karena saya ingin ada yang hubungannya ke kelistrikan maka saya memilih : Elektronika & Instrumentasi - UGM
Tiga pilihan itu sudah tertulis dalam kartu ujian saya. Tidak ada kata mundur lagi saya harus hadapi semua itu.
Ya, tiga pilihan itu adalah urutan yang ingin saya capai. Namun yang menjadi keinginan punca saya disana adalah untuk berkuliah di universitas ganesha. Saya ingin menjadi mahasiswa ITB, saya ingin masuk FSRD di sana. Sungguh sangat menggambarkan seorang idealis dari siswa sekolah menengah. Padahal pandangan bagaimana kedepannya saja tidak mengerti bahkan masih blur.

Setelah memalui beberapa tahap dalam ujian SNMPTN. Hari yang ditunggu-tunggupun keluar, hari pengumuman SNMPTN 2011. Perasaan was was muncul dari dalam hati, takut jika dari ketiga pilihan di atas
 tidak ada yang terpilih. Bisa dilihat bahwa ketiga pilihan tersebut bukanlah pilihan yang sembarangan. Itu merupakan pilihan besar tapi nekat. Saya mulai dengan memasukkan no snmptn dan tanggal lahir saya di website SNMPTN.AC.ID dan stelah itu saya tekan enter.....

"SELAMAT ANDA TELAH BERHASIL LOLOS SNMPTN UNTUK PILIHAN YANG KE TIGA. ELEKTRONIKA & INSTRUMENTASI UGM"

Perasaan deg-degan, haru, senang bersatu menjadi satu. Saya berhasil lolos Ya ALLAH. Terimakasih ya ALLAH.

Memang saya terpilih bukan di pilihan pertama atau kedua tapi di pilihan yang ketiga. Saya menjadi seorang mahasiswa Gadjah Mada. Mimpi saya sebagai mahasiswa strata 1 di ganesha tidak tercapai. Tapi saya rasa saya tidak gagal terhadap mimpi saya. Memang saya bukan menjadi Mahasiswa ITB. Namun saya berhasil menjadi salah satu Universitas terbaik di Indonesia. Siapa yang tidah bangga menjadi mahasiswa UGM. Yang terpenting disini bukanlah dimana kamu akan kuliah tapi bagaimana kamu berusaha untuk kuliah itu sendiri. Percayalah bahwa proses itu akan lebih terasa berkesan daripada hasil yang akan kamu raih nanti.

Dan setelah saya memasuki dunia perkuliaha itu sendiri saya tidak menyesal karena hanya mendapatkan pilihan ketiga. Bahkan saya bisa merasakan di UGM ini saya merasa bahwa mimpi mimpi saya yang besar akan terwujud dan mimpi mimpi yang baru akan mucul dengan indah.


“.. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. 
(QS. al-Baqarah [2]: 216)




Related Articles

1 comment: